Eh, mau ini..

"Hai"
"Eh, iya. Hooi"
"Gini..."
"....."
"Hmm.. gini.."
"Kenapa?"
"Mau cerita, boleh gak?"

Mau cerita? Ya silakan aja.

Hei buddies, sekarang aku mau nulis perihal tentang curhat dari sudut pandangku.

Curhat!?
Sebenarnya perlu gak sih?
Apa iya setiap hal perlu diceritain?
Kalau udah cerita, apa semua orang akan paham dengan tujuan kita?
Apa semua orang bakal peduli dengan cerita kita?

Ntar dulu,
kita perlu tahu dulu, curhat itu apa sih? 
curhat merupakan saat di mana satu orang mencoba untuk menceritakan sesuatu kepada orang-orang yang dianggap dekat, dan biasanya yang diceritakan itu masalah personal. (Source : Wikipedia)

Tapi aku pribadi sering bingung dengan namanya curhat. Aku tergolong orang yang tertutup. Ketika ada suatu hal yang ingin diceritakan, aku malah mikir sangaaat panjang terkait, emang perlu diceritain?. Tapi kalau gak diceritain, bingung juga harus mulai darimana, nyusun kalimatnya gimana, pilihan katanya apa, entar salah bicara gak sih?

 r i b e t   a m a t.

Ya, begitulah adanya.

Memang ada orang yang secara ceplas-ceplos gampang banget cerita tentang kehidupan dia, entah liburan, masalah dengan teman, kehidupan pekerjaan, kehidupan sekolah, kehidupan kampus, bahkan percintaan (yang ini gak usah dilanjutin! ), tanpa perlu mikir panjang. dan sebaliknya, gak semua orang mau bercerita, sekalipun ada paksaan dari pihak terdekatnya.

Karena memang, dalam curhat banyak yang perlu dipertimbangkan (menurutku), mulai dari
. ngeganggu waktu gak?
. dia bakal peduli gak?
. nanti aku bakal cerita yang memang kenyataan gak? atau ada embel-embel hiperbolanya?
. pas udah cerita, hati bakal lega gak? atau malah makin kacau gara-gara ngapaaaiiin tadi gua cerita?
. dan pas cerita bakal buat dosa gak sih? nyeritain keburukan orang dengan jelas bahkan sejelas-jelasnya.
. respond atau saran dia bakal bisa mudah diterima gak?

ini hanya dari sudut pandangku ya.

Tapi intinya, kembali lagi ke kepribadian tiap-tiap orang, ada orangnya terbuka dan ada orang tertutup. Dan jangan paksa orang untuk cerita ketika orang tersebut terlihat punya masalah, nanti bakal salah paham. Dan hubungan juga bakalan rusak dikarenakan hal sepele tadi.
.
Tidak bertanya bukan berarti kita tidak peduli dengan teman, kerabat atau sahabat yang punya masalah, karena kepedulian gak hanya dengan cara bertanya suatu masalah, bisa saja dengan cara lain, seperti ajak dia pergi ke suatu tempat untuk nenangin pikiran atau buka topik pembicaraan yang santai agar dia bisa relax sedikit, dan banyak lagi, tergantung kitanya yang bisa membawakan.

"Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around." -Leo Buscaglia
Sekian, dan sampai jumpa. 

Komentar