Dituntu(n)t

Lakuin ini dulu.
Belajar lah ini.
Kamu harus gini.

Aku tau, maksud dari semua perkataan itu bagus dan baik. Tapi coba liat dari sisi si objek deh. Mereka sebenarnya nerima gak? Atau hati mereka sebenarnya ingin menolak, tapi gak tau gimana cara nolaknya, alhasil malah nurutin semua omongan orang. Orang yang ngomong, alangkah lebih baiknya bertanya dulu. "Mau kamu gimana?" Atau enggak, melemparkan perkataan tapi lebih ke dalam hal masukan, "coba deh kamu belajar ini, nanti kamu akan gini gini gini, dan prospect nya juga bagus nanti". Kan enak. Menurut aku, antara masukan dengan perintah (yg secara tidak langsung berbeda anggapan antara subjek dengan objek) itu dua hal yg berbeda loh. Dan kitapun juga tau dua hal itu berbeda.

Gak sedikit objek yang menerima perintah tersebut sebenarnya dapat menerima. Banyak dari objek tersebut, sebenarnya yg disampaikan tidak sesuai dengan minat di hati mereka.
Mereka sebenarnya ingin yang A, tapi banyak orang menyuruh yang B, akhirnya dengan terpaksa harus dilakukan deh, bidang B tadi. Dan setelah melakukan hal B tersebut daaan berlangsung lama, akhirnya untuk keluar dari zona tersebut muncullah alasan "aku udah terlanjur basah di bidang B ini, walaupun sebenarnya gak sesuai dengan keinginan aku. Mau keluar tapi untuk memulai hal yang aku inginkan itu udah agak surut bahkan gak mau lagi aku turutin. Tapi jujur, di hati aku masih ingin bidang A itu bagian dari yang aku lakuin saat ini dan mendatang"

Hey, objek~
Yok mari sama-sama memberikan penjelasan kepada mereka yang memberimu "masukan". Beri penjelasan dan alasan yang mungkin aja bisa mereka terima. Dan ingat, masa depan kamu tergantung dari apa yang kamu lakukan. Tetap semangat ya!

Komentar